Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, menggelar rapat evaluasi dan koordinasi transportasi untuk mengantisipasi isu strategis yang akan datang, menjelang Angkutan Lebaran 2025. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Command Center BPTD Kelas II Sumatera Selatan, Terminal Tipe A Alang-Alang Lebar, Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan transportasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Suntana, M.Si., hadir langsung dalam rapat ini. Beliau menyoroti beberapa poin penting, terutama terkait evaluasi transportasi selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Sumatera Selatan.
Menurut Wamenhub, salah satu topik utama yang dibahas adalah bagaimana cara meningkatkan pengamanan dan manajemen lalu lintas di Sumsel. Suntana mengapresiasi upaya masyarakat Sumsel karena telah berhasil mengendalikan dan menjaga lalu lintas daerah, mengurangi fatalitas kecelakaan selama periode liburan.
"Alhamdulillah, secara nasional kita mengalami penurunan angka kecelakaan. Saat ini, sedang kami kaji untuk evaluasi lebih lanjut guna persiapan angkutan lebaran. Data menunjukkan fatalitas kecelakaan jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Kita berharap tren ini bisa terus dipertahankan sehingga kepadatan lalu lintas dan kemacetan bisa dikelola dengan baik," kata Suntana.
Selain itu, rapat ini juga membahas isu-isu yang memerlukan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk rencana menambah layanan feeder untuk Kereta Api Cepat Light Rail Transit (LRT) di Palembang, dengan target mencapai 20.000 penumpang.
"Kami akan menambah sejumlah feeder sesuai usulan dari Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi. Harapannya, angka pengguna LRT bisa meningkat sesuai target," tambah Suntana.
Usulan lain dari Pj Gubernur Sumsel dan Pj Walikota Palembang dalam rapat ini mencakup penambahan penerbangan internasional langsung dari Palembang ke Singapura dan Kuala Lumpur. Ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan internasional tanpa harus transit terlebih dahulu di Jakarta atau Batam.
"Melihat tingginya permintaan, terutama untuk perjalanan internasional, pemerintah berkomitmen mendukung upaya yang diperlukan oleh pemerintah daerah. Kita berharap cara ini dapat melancarkan iklim investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Wamenhub.
Di sisi lain, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan surat permohonan terkait status internasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), serta berkomunikasi aktif dengan Kementerian Perhubungan.
"Kami berharap langkah ini dapat segera diwujudkan untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kenyamanan masyarakat Sumsel," jelas Elen Setiadi.
Rapat ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas dan terencana dalam menghadapi tantangan transportasi di Sumatera Selatan, serta memaksimalkan potensi yang ada untuk kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat. Semua ini merupakan bagian dari upaya terkoordinasi antara pemerintah daerah dan pusat demi transportasi yang lebih baik ke depannya.